Minggu, 01 Juli 2012


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Berdasarkan hasil pengalaman guru IPA di SDN XXX, bahwa pembelajaran IPA masih menekankan pada konsep-konsep yang terdapat di dalam buku, dan juga belum memanfaatkan pendekatan lingkungan dalam pembelajaran secara maksimal. Mengajak siswa berinteraksi langsung dengan lingkungan jarang dilakukan. Guru IPA sebagian masih mempertahankan urutan-urutan dalam buku tanpa memperdulikan kesesuaian dengan lingkungan belajar siswa. Hal ini membuat pembelajaran tidak efektif, karena siswa kurang merespon terhadap pelajaran yang disampaikan. Maka pengajaran semacam ini cenderung menyebabkan kebosanan kepada siswa.

Belajar bermakna menuntut adanya konteks pembelajaran yang muncul dilingkungan tempat tinggal siswa, hal ini dapat dilakukan dengan jalan mengajak siswa belajar di luar kelas atau mengajak mereka mendekati sumber belajar. Maksudnya agar diperoleh ide-ide, dan masalah-masalah yang dapat dilihat dan diamati dilingkungan sekitarnya. Pola pembelajaran seperti ini akan membantu siswa dalam proses berpikir dan pada gilirannya siswa aktif dalam belajar. Pada dasarnya siswa sendiri yang akan menyelesaikan masalah-masalah yang dia dapatkan sesuai dengan konsep materi yang dipelajari. Salah satu konsep yang akrab dengan lingkungan adalah konsep kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi keseimbangan alam. Konsep ini menjadi lebih bermakna jika di dalam pelajaran siswa diajak langsung kelapangan untuk melakukan penyelidikan terhadap permasalahan yang mereka hadapi.
Pendekatan pembelajaran berdasarkan masalah (Problem Based Learning) selanjutnya disingkat dengan PBL, yang akan memberikan motivasi siswa untuk melakukan pemecahan masalah pada masalah-masalah nyata dalam kehidupan yang mereka hadapi serta merangsang siswa untuk menghasilkan sebuah produk/karya (Singletary, 2000). Secara garis besar PBL menyajikan kepada siswa situasi masalah yang autentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan inkuiri. PBL berpusat kepada siswa mendorong inkuiri terbuka dan berpikir bebas yang dikemukakan dalam bentuk laporan, karya yang akan dijadikan bahan evaluasi sehingga membantu siswa untuk menjadi mandiri.
Hasil penelitian Rahmi (2005) menunjukkan bahwa dengan menggunakan pendekatan PBL dapat meningkatkan pemahaman siswa dan dapat mengoptimalkan respon siswa selama proses pembelajaran. Namun Pendekatan PBL masih belum dikenal di sekolah SDN XXX sehingga guru belum pernah menggunakan pendekatan ini, dengan mempertimbangkan usaha-usaha agar siswa dapat belajar dengan menyenangkan dan memperoleh manfaat besar sesuai dengan kebutuhan kurikulum maka perlu dilakukan penelitian tentang upaya meningkatkan proses dan hasil belajar IPA melalui Pembelajaran Berdasarkan Masalah

B.      Identifikasi Masalah
Memperhatikan situasi di atas, kondisi yang ada saat ini adalah
1.      Guru belum terampil mengemas sebuah pembelajaran menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM).
C.      Rumusan Masalah
Berdasarkan masalah di atas, permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.    Apakah melalui pendekatan pembelajaran berdasakan masalah dapat meningkatkan proses belajar siswa dalam pembelajaran IPA?

D.     Batasan Masalah
Untuk melakukan penelitian ini peneliti perlu membatasi permasalahan ini menjadi 2 hal yakni:
1.  Proses belajar siswa diukur dari aktivitas siswa dan aktivitas guru, selama pembelajaran yang diperoleh berdasarkan observasi dari Borich (1994).


E.      Hipotesis Tindakan
Penelitian ini direncanakan terbagi ke dalam dua siklus, setiap siklus dilaksanakan mengikuti prosedur perencanaan (planning), tindakan (akting), pengamatan (observer), dan refleksi (reflecting). Melalui dua siklus tersebut dapat diamati peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Dengan demikian dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut:
1. Melalui pendekatan pembelajaran berdasarkan masalah (Problem Based Learning) dapat meningkatkan proses belajar siswa dalam pembelajaran IPA.

F.       Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan :
1.      Melalui pendekatan pembelajaran berdasarkan masalah (Problem Based Learning) dapat meningkatkan proses belajar siswa dalam pembelajaran IPA.

G.     Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah, guru IPA, dan para siswa:
1.      Guru dapat menerapkan pembelajaran berdasarkan masalah sebagai salah satu metode yang dapat membantu guru dalam membelajarkan siswa akan konsep-konsep IPA sehingga dengan mudah memahami konsep tersebut dengan baik sehingga pembelajaran IPA di kelas tidak monoton.
2.      Siswa dapat termotivasi dalam pembelajaran sehingga mengurangi kebosanan dalam belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar